Informasi Berita Seputar Sepakbola Liga Indonesia Terlengkap

Meskipun demikian, FIFA masih mengizinkan Indonesia untuk bermain dalam Sepak bola pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2015 hingga turnamen berakhir, karena sudah telanjur dimulai. FIFA mengambil tindakan melawan Indonesia menyusul konflik antara pemerintah dan PSSI yang berakibat pada pembatalan kompetisi domestik. Semua pengurus PSSI bahkan suporter dan masyrakat sepak bola Indonesia sudah kebelet timnas Garuda untuk bisa jadi juara, walau hanya di level internasional yang paling kecil seperti AFF. Mantan pemain Tim Nasional Indonesia era 90-an Rochy Putiray mengaku pernah ditawari dan melakukan tindakan pengaturan skor. Itu berarti sudah hampir 30 tahun praktik pengaturan skor, jual beli pertandingan dan kejahatan sepak bola lain berjalan di negeri ini.

Vivagoal – Liga Indonesia – Legenda sepakbola Indonesia, Rochy Putiray buka suara terkait kans Timnas U-19 Indonesia di Piala Dunia U. Dia memilih untuk tak banyak bicara karena menilai semua orang juga sudah tahu jawabannya.

2010 Sekali lagi, Indonesia berstatus ‘nyaris juara’ dalam Kejuaraan Sepakbola ASEAN. Tampil sangat meyakinkan di fase grup hingga semifinal, Indonesia dihajar Malaysia dalam pertandingan final 2leg dengan agregat 2-4. Kompetisi ini menandakan pertama kalinya PSSI mengijinkan pemain hasil naturalisasi (pengalihan kewarganegaraan) untuk bergabung bersama timnas sepakbola Indonesia dalam kompetisi internasional.

Akan tetapi, beberapa drama sempat terjadi antara PSSI dan Shin Tae-yong. Rochy sendiri tak mau banyak berkomentar soal kans Timnas U-19 Indonesia di Piala Dunia U. Jadi, belajar dari Guus Hiddink, demi hasil terbaik buat timnas PSSI U-19 untuk persiapan ke Piala Dunia U-20 pada 20202, mari melihat omelan Shin Tae-yong dari sisi yang positif. Mari mengawasinya dengan menyediakan dukungan program yang semaksimal mungkin dan bukan dengan menciptakan intrik pribadi yang tak perlu.

Salah satu regulasi yang dibahas untuk kompetisi itu adalah tentang kewajiban semua klub untuk menurunkan pemain U-20 demi persiapan menuju Piala Dunia U-20 tahun 2021. Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri merincikan alasan itu adalah demi kampanye adaptasi dan Piala Dunia U-20. Dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Sabtu, kampanye yang dimaksud dia adalah untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia dapat menyesuaikan diri dengan pandemi. Harianjogja. com, JAKARTA – Induk organisasi sepak bola Indonesia, PSSI, punya sejumlah alasan mendasar atas keputusan untuk melanjutkan Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Untuk Piala Dunia U-20, PSSI ingin menyiapkan tim terbaik agar timnas Indonesia mengukir prestasi di ajang dua tahunan tersebut. Lanjutan Liga 1 dan 2 musim 2020 dinilai menjadi wadah yang tepat untuk menemukan pemain-pemain yang dibutuhkan. Lebih lanjut, Rochy menilai nama-nama lokal di Indonesia bakal kurang mengkilap akibat menjamurnya penyerang-penyerang impor di klub-klub Liga 1 . Dan hal tersebut bakal turut mempengaruhi performa para pemain timnas di ajang Piala Dunia U-20 karena kurangnya menit bermain.

Sementara terkait hubungan lanjutan liga dengan Piala Dunia U-20 tahun 2021 yang akan berlangsung di Indonesia, pria yang membawa Indonesia juara Piala AFF U dan Piala AFF U itu menyebut bahwa PSSI belajar dari pengalaman tahun. Selain itu, bergulirnya kembali kompetisi juga dimaksudkan untuk kepentingan tim nasional Indonesia U-19, yang dipersiapkan untuk Piala Asia U serta Piala Dunia U. VIVA– Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri dianggap tidak mencerdaskan publik sepakbola Indonesia. Sebabnya, dia menyebut pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong kehilangan kepercayaan diri bisa mempersembahkan gelar juara. Menurut dua pelatih sepak bola Indonesia yang menangani klub Liga 1, memulai kompetisi di tengah pandemi virus corona perlu kajian serta formulasi khusus dari PSSI.

PSSI disuspensi FIFA karena intervensi pemerintah dalam liga nasional pada 30 Mei 2015. Pembekuan mengambil efek segera yang artinya Indonesia tidak berhak berkompetisi pada Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018 (AFC) sekaligus Kualifikasi Piala Asia AFC 2019, yang dimulai kurang dari 2 minggu kemudian.

Tidak ada langkah lebih lanjut dari PSSI untuk menangani kasus tersebut, pun dengan kita sebagai suporter yang tidak tahu-menahu bahwa telah terjadi praktik seperti itu. , JAKARTA – Judul di atas fakta, timnas Indonesia memang sedang jelek. Hasil-hasil pertandingan di Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia menjadi ukurannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *